Sunday, February 5, 2023

Janji

Memenuhi janji pada mu setelah sekian purnama berlalu
Ku tak mau mengingkari mu sahabat saudara dan rekanku

Janji yg terucap hutang bagiku menuntut kesudahannya
Walaupun hanya setangkai bunga janji ku tetap berlaku padamu

Ku penuhi janji yang mengisi sudut ruang
Semoga menjadi penghias harimu, membangkitkan semangatmu, penghibur saat sendirimu

 

 

Monday, February 21, 2022

Aglonema, dulu, kini, dan nanti

 

Aglonema merupakan tanaman yang saya pilih menjadi rawatan berikutnya setelah anggrek dan anthurium sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, dan Indonesia mulai terdampak serius sejak Maret 2020. Jika anggrek dikenal sebagai ratu bunga, anthurium dikenal sebagai raja daun, aglonema dikenal sebagai ratu daun, dan di dataran China dikenal sebagai evergreen, di Indonesia sendiri dikenal sebagai Sri Rezeki.

Awal ketertarikan dengan aglonema muncul saat gabung dengan beberapa grup aglonema dan melihat live para seller aglonema, di sini saya lihat para seller menawarkan aglonemanya.  Harganya bervariasi, karena saat itu permintaan aglonema sedang tinggi, harganya tentu mengikuti mekanisme pasar. Awal Covid hingga pertengahan 2021 merupakan top peak harga aglonema. Karena budged yang tidak seberapa, saya membeli aglo yang harganya dirasa pas dikantong. Jadilah saya memiliki beberapa jenis aglo, disamping aglo lawasan yang sudah saya miliki sebelumnya yaitu: Ag. Nitidium, Big Roy, Ruby Chiangmay, Rubi Garuda, dan Silver yang belakangan saya ketahui sebenarnya masuk kelompok Dieffen.

Perawatan aglonema bisa dikatakan gampang-gampang susah, namun dari pengalaman saya ada beberapa kesalahan yang dilakukan saat awal merawat aglonema yaitu:

  1. Kurangnya informasi yang dimiliki terkait jenis aglonema dan cara merawatnya, padaha sumber informasi ini banyak sekali dipublis secara luas. Bahkan salah satu kanal video menyediakan banyak informasi yang disiarkan secara langsung;
  2. Perlakuan yang salah dalam menangani aglonema baik karena keterbatasan informasi maupun keterbatasan pemahaman;
  3. Memaksakan media tanam, ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan yang berujung pada matinya aglonema yang dibeli pada tahap I, sehingga hanya menyisakan beberapa saja dan dalam kondisi yang kurang bagus;
  4. Kesalahan menyikapi kondisi aglonema, antara lain daun berkerut dikira kekurangan air; daun kuning dikira kekurangan air; dan beberapa kondisi lainnya

Saya menimba banyak ilmu dari seller aglo yang bukan hanya sekedar jual dagangan, namun juga berbagi ilmu perawatan aglonema. Berikut adalah tips untuk beraglonema bagi pemula.

  • Pilihlah tanaman seperti donacarmen, big roy, big papa, ruby chiangmay, karena tidak membutuhkan perawatan ekstra dan harganya relatif terjangkau;
  • Gunakan media tanam yang dijual oleh nursery di kota anda berada jika belum tau media yang cocok bagi tanaman aglo. Jangan memaksakan untuk menggunakan media racikan sendiri atau media tanam seperti tanaman hias lain;
  • Menanam aglo di bawah naungan paranet jauh lebih mudah dari pada yang lainnya;
  • Sediakan selalu Vitamin B1 untuk digunakan menghilangkan stress tanaman karena proses pengiriman; 

Keberhasilan dalam merawat aglo jenis bandel di atas menentukan kemampuan kita dalam merawat aglo-aglo selanjutnya, dan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan. Proses panjang dalam merawat aglo akan terbayar saat aglo tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik. Daunnya yang indah membuat kita merasa senang memandang sembari bersyukur dan bertafakur mengingat kebesaranNya.

Aglo jenis bandel hampir dapat ditemui disudut perumahan karena perawatannya mudah dan si pemilik biasanya dengan senang hati berbagi dengan tetangga yang berkeinginan memiliki dan merawat jenis aglo ini. Faktor cuaca biasanya tidak begitu berdampak terhadap jenis aglo ini karena sudah tahan banting dan selalu dihujan panaskan oleh pemiliknya.

Saat ini peminat aglo sudah menurun, namun kolektor-kolektor masih tetap menunggu dan eksis di live untuk memburu aglonema kelas koleksi dan kelas kompetisi yang harganya wow. Namun bagi kolektor harga tidak jadi masalah, dan kolektor aglo memburu jenis aglo yang langka, unik, dan masih sedikit dikembang biakan. Aglo koleksian yang ditani dan bukan merupakan aglo import memberikan tambahan nilai jual dan dikenal dengan istilah tanian lokal (TanLok)

Di masa yang akan datang sulit memprediksi nasib aglo, apakah akan sama dengan pendahulunya Anthurium atau aglo akan tetap bertahan karena jenis aglo baru selalu bermunculan dan dibudidayakan sehingga aglo lovers berkeinginan memilikinya. Namun demikian, bagaimanapun perkembangan aglo ke depan tetaplah konsisten untuk merawat aglo, mana tau salah satu jenis aglo anda menjadi inceran kolektor, semangat aglo lovers.


Thursday, December 23, 2021

Aglaonem, Anthurium, Anggrek

 Bagi pencinta tanaman aglaonema, anthurium, dan anggrek merupakan jenis tanaman hias yang tidak asing lagi. 

Anthurium pernah menjadi tanaman hias yang booming hingga harganya mencapai ratusan juta rupiah. 

Aglaonema menjadi tanaman yang booming pada saat pandemi Covid-19, hingga saat ini beberapa jenis tanaman aglaonema harganya tetap tinggi dan mencapai ratusan juta untuk jenis koleksian.

Anggrek merupakan jenis tanaman hias yang relatif cukup stabil harganya meskipun saat ini banyak peminatnya, namun karena kebutuhan dan supply berada pada titik keseimbangan maka harganya tetap stabil.





Sunday, July 24, 2016

Resep Gulai Itik Cebe Hijau (Lado Ijau)

Bahan
1 ekor itik sarati/entok
1 buah kelapa diambil santannya pisahkan yang kental dan yang encer

Bumbu
1/2 kg cabe hijau

1,5 ons bawang merah
0,5 ons bawang putih
3 ruas jari lengkuas
2 ruas jari jahe
1 ruas jari kunyit
1 sendok makan bumbu kambing
2 sendok makan ketumbar
7 butir kemiri
1 butir buah pala
2 buah jeruk nipis diambil airnya
1 batang sereh
5 lembar daun jeruk


Cara membuat
1. Itik dibersihkan bulunya, kemudian dibakar hingga keluar minyaknya, dicuci bersih
2. Lumuri itik dengan perasan jeruk nipis
3. Haluskan seluruh bumbu kecuali sereh, daun jeruk, dan jeruk nipis
4. Tumis bumbu dengan sedikit minyak, masukkan bumbu kambing
5. Setelah bumbu berbau harum masukkan itik, masukkan santan encer, tutup dan ungkap
4. Setelah empuk masukkan santan kental, hingga matang
5. Setelah matang, angkat dan gulai itik lado hijau/lado mudo siap disajikan

Monday, June 13, 2016

Arogan

Manusia
Sungguh apa mau dikata
Berkata menimbulkan luka
Menyapa tak kenal tata krama

Arogan
Mengemuka
Ditangkap
Dibaca sebagai sebuah sikap

Manusia
Sungguh apakah dihargai
Hanya karena rupa, tahta, atau harta

Bukankah
Tak mengenal bukan berarti
Tak patut dihargai
Tak patut dihormati

Rupa, tahta, dan harta
menjadi raja dunia
Dipuja manusia
mengemuka pada sikap
Arogan

Berakhir

Ku coba membuang semua rasa
Ku coba membuang semua luka
Ku coba membuang semua cerita
kita....

Memulainya sungguh berat
Mengakhirinya jauh lebih berat

Beban yang ku pikul tak seberat bebanmu
Tanggungjawab yang ku emban melebihi dirimu

Tapi...
Ku tak kan menyerah
Ku tak kan pasrah
Ku akhiri semua gundah

Berbeda Nyata

Sesudah hari ini jika bersua
jangan ada tanya
Sesudah hari ini jika menyapa
jangan ada prasangka
Sesudah hari ini jika berbeda
itulah dunia nyata

Nyata bagiku
Nyata bagimu
Nyata bagi mereka

Tak ada jawab untuk sebuah tanya
walau sederhana
Tak ada prilaku yang mengundang
walau bisikan kecil
Tak ada yang sama
semua bisa berubah sekejap mata

Cobalah mengerti
Cobalah memahami
Inilah yang terbaik untukku, kamu, dan mereka