Bahan
1 ekor itik sarati/entok
1 buah kelapa diambil santannya pisahkan yang kental dan yang encer
Bumbu
1/2 kg cabe hijau
1,5 ons bawang merah
0,5 ons bawang putih
3 ruas jari lengkuas
2 ruas jari jahe
1 ruas jari kunyit
1 sendok makan bumbu kambing
2 sendok makan ketumbar
7 butir kemiri
1 butir buah pala
2 buah jeruk nipis diambil airnya
1 batang sereh
5 lembar daun jeruk
Cara membuat
1. Itik dibersihkan bulunya, kemudian dibakar hingga keluar minyaknya, dicuci bersih
2. Lumuri itik dengan perasan jeruk nipis
3. Haluskan seluruh bumbu kecuali sereh, daun jeruk, dan jeruk nipis
4. Tumis bumbu dengan sedikit minyak, masukkan bumbu kambing
5. Setelah bumbu berbau harum masukkan itik, masukkan santan encer, tutup dan ungkap
4. Setelah empuk masukkan santan kental, hingga matang
5. Setelah matang, angkat dan gulai itik lado hijau/lado mudo siap disajikan
Berbagi pengetahuan yang diperoleh dari berbagai sumber
Sunday, July 24, 2016
Monday, June 13, 2016
Arogan
Manusia
Sungguh apa mau dikata
Berkata menimbulkan luka
Menyapa tak kenal tata krama
Arogan
Mengemuka
Ditangkap
Dibaca sebagai sebuah sikap
Manusia
Sungguh apakah dihargai
Hanya karena rupa, tahta, atau harta
Bukankah
Tak mengenal bukan berarti
Tak patut dihargai
Tak patut dihormati
Rupa, tahta, dan harta
menjadi raja dunia
Dipuja manusia
mengemuka pada sikap
Arogan
Sungguh apa mau dikata
Berkata menimbulkan luka
Menyapa tak kenal tata krama
Arogan
Mengemuka
Ditangkap
Dibaca sebagai sebuah sikap
Manusia
Sungguh apakah dihargai
Hanya karena rupa, tahta, atau harta
Bukankah
Tak mengenal bukan berarti
Tak patut dihargai
Tak patut dihormati
Rupa, tahta, dan harta
menjadi raja dunia
Dipuja manusia
mengemuka pada sikap
Arogan
Berakhir
Ku coba membuang semua rasa
Ku coba membuang semua luka
Ku coba membuang semua cerita
kita....
Memulainya sungguh berat
Mengakhirinya jauh lebih berat
Beban yang ku pikul tak seberat bebanmu
Tanggungjawab yang ku emban melebihi dirimu
Tapi...
Ku tak kan menyerah
Ku tak kan pasrah
Ku akhiri semua gundah
Ku coba membuang semua luka
Ku coba membuang semua cerita
kita....
Memulainya sungguh berat
Mengakhirinya jauh lebih berat
Beban yang ku pikul tak seberat bebanmu
Tanggungjawab yang ku emban melebihi dirimu
Tapi...
Ku tak kan menyerah
Ku tak kan pasrah
Ku akhiri semua gundah
Berbeda Nyata
Sesudah hari ini jika bersua
jangan ada tanya
Sesudah hari ini jika menyapa
jangan ada prasangka
Sesudah hari ini jika berbeda
itulah dunia nyata
Nyata bagiku
Nyata bagimu
Nyata bagi mereka
Tak ada jawab untuk sebuah tanya
walau sederhana
Tak ada prilaku yang mengundang
walau bisikan kecil
Tak ada yang sama
semua bisa berubah sekejap mata
Cobalah mengerti
Cobalah memahami
Inilah yang terbaik untukku, kamu, dan mereka
jangan ada tanya
Sesudah hari ini jika menyapa
jangan ada prasangka
Sesudah hari ini jika berbeda
itulah dunia nyata
Nyata bagiku
Nyata bagimu
Nyata bagi mereka
Tak ada jawab untuk sebuah tanya
walau sederhana
Tak ada prilaku yang mengundang
walau bisikan kecil
Tak ada yang sama
semua bisa berubah sekejap mata
Cobalah mengerti
Cobalah memahami
Inilah yang terbaik untukku, kamu, dan mereka
Metamorfosis
Perubahan
Berusaha mencobanya
Berusaha mewujudkannya
Perubahan
Walau lingkungan tak mendukung
Walau banyak cobaan
Walau banyak godaan
Perubahan
Meski dibenci
Meski dijauhi
Seekor kupu-kupu yang indahpun
Awalnya adalah ulat mengerikan yang disingkirkan
Kepompong aneh yang diabaikan
Perubahan
Walau penuh duka
Walau penuh luka
Walau penuh air mata
Perubahan
Kearah yang lebih baik
Kearah yang lebih indah
Kearah yang lebih barokah
Perubahan
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hari ini
Perubahan
Harus bisa
Harus kuasa
Harus sepenuh jiwa dan raga
Berusaha mencobanya
Berusaha mewujudkannya
Perubahan
Walau lingkungan tak mendukung
Walau banyak cobaan
Walau banyak godaan
Perubahan
Meski dibenci
Meski dijauhi
Seekor kupu-kupu yang indahpun
Awalnya adalah ulat mengerikan yang disingkirkan
Kepompong aneh yang diabaikan
Perubahan
Walau penuh duka
Walau penuh luka
Walau penuh air mata
Perubahan
Kearah yang lebih baik
Kearah yang lebih indah
Kearah yang lebih barokah
Perubahan
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hari ini
Perubahan
Harus bisa
Harus kuasa
Harus sepenuh jiwa dan raga
Ramadhan
Ramadhan, satu bulan dari 12 bulan setiap tahunnya kita diberikan satu bulan yang istimewa.
Ramadhan, bulan yang penuh rahmah dan ampunan.
Ramadhan, yang dirindukan karena berbagai aspek yang melingkupinya.
Ramadhan, istimewa.
Ramadhan, setiap pagi yang syahdu.
Ramadhan, setiap hari berkumandang lantunan ayat-ayat suci.
Ramadhan, setiap hari dilalui dengan memperbanyak amalan.
Ramadhan, akankah kita memperoleh berkahNya.
Ramadhan, akankah kita memperoleh ampunanNya.
Insha Allah
Ramadhan, bulan yang penuh rahmah dan ampunan.
Ramadhan, yang dirindukan karena berbagai aspek yang melingkupinya.
Ramadhan, istimewa.
Ramadhan, setiap pagi yang syahdu.
Ramadhan, setiap hari berkumandang lantunan ayat-ayat suci.
Ramadhan, setiap hari dilalui dengan memperbanyak amalan.
Ramadhan, akankah kita memperoleh berkahNya.
Ramadhan, akankah kita memperoleh ampunanNya.
Insha Allah
Thursday, June 9, 2016
Sahabat
Sewindu............
Sahabat bekerja
Sahabat berkarya
Sewindu....
Sahabat mengabdikan diri
Sahabat berkreasi
Sewindu....
Sahabat bersamaku
Sahabat mendukungku
Sewindu...
Sahabat menjalani suka
Sahabat menjalani duka
Kini.....
Sahabat pergi
Sahabat meninggalkanku
Sahabat berlalu
Bertemu Sang Penciptamu
Tenanglah dalam tidur panjangmu
Sahabat kemarin, kini, dan nanti
Sungguh sahabat tak tergantikan
Sahabat bekerja
Sahabat berkarya
Sewindu....
Sahabat mengabdikan diri
Sahabat berkreasi
Sewindu....
Sahabat bersamaku
Sahabat mendukungku
Sewindu...
Sahabat menjalani suka
Sahabat menjalani duka
Kini.....
Sahabat pergi
Sahabat meninggalkanku
Sahabat berlalu
Bertemu Sang Penciptamu
Tenanglah dalam tidur panjangmu
Sahabat kemarin, kini, dan nanti
Sungguh sahabat tak tergantikan
Tatapan terakhir
Siang itu sang waktu masih bersamamu
Ku melihat dari balik jendela
Sebuah tatapan dari matamu
Kau tujukan padaku
Bisu......
Hanya kebisuan yang ku tangkap dari tatapanmu
Ku tak dapat memaknai tatapanmu
Ku tak dapat memaknai kebisuanmu
Ku tak dapat menangkap pesan dari matamu
Mungkin kau ingin berucap
Selamat tinggal sahabat
Selamat tinggal kawan seperjuangan
Menjelang ashar sang waktu tak lagi bersamamu
Kau pergi meninggalkan sang waktu bersamaku
Dengan tatapan terakhir yang membekas dihatiku
Ku melihat dari balik jendela
Sebuah tatapan dari matamu
Kau tujukan padaku
Bisu......
Hanya kebisuan yang ku tangkap dari tatapanmu
Ku tak dapat memaknai tatapanmu
Ku tak dapat memaknai kebisuanmu
Ku tak dapat menangkap pesan dari matamu
Mungkin kau ingin berucap
Selamat tinggal sahabat
Selamat tinggal kawan seperjuangan
Menjelang ashar sang waktu tak lagi bersamamu
Kau pergi meninggalkan sang waktu bersamaku
Dengan tatapan terakhir yang membekas dihatiku
Sunday, May 15, 2016
Diujung Penantian
Waktu berlalu
Hari berganti
Datang dan pergi
Tak mau peduli
Ku masih di sini
Seperti ini
Menanti.......
Tak ku tahu
Kapankah itu
Kau dan aku
Menanti jawaban pertanyaan ini
Apakah sesuai doaku
Atau sesuai keinginanmu
Semoga yang terbaik untukku
juga terbaik untuk mu
Hari berganti
Datang dan pergi
Tak mau peduli
Ku masih di sini
Seperti ini
Menanti.......
Tak ku tahu
Kapankah itu
Kau dan aku
Menanti jawaban pertanyaan ini
Apakah sesuai doaku
Atau sesuai keinginanmu
Semoga yang terbaik untukku
juga terbaik untuk mu
Firasat
Firasat menuntunku padamu
Firasat memberitahu sesuatu
Satu hal yang ku yakini
KehendakMu atas ku kemarin, kini, dan nanti
Firasat bisa jadi pertanda dari Mu
Agar ku bersiap diri
Agar ku berhati-hati
Agar ku memiliki nyali
Menghadapi semua yang akan terjadi
Baik bagiku tidak bagiMu
Baik bagiMu itulah yang berlaku
Sesungguhnya baik bagiMu adalah juga baik bagiku
Sang waktu yang akan memberi tahu
Firasat memberitahu sesuatu
Satu hal yang ku yakini
KehendakMu atas ku kemarin, kini, dan nanti
Firasat bisa jadi pertanda dari Mu
Agar ku bersiap diri
Agar ku berhati-hati
Agar ku memiliki nyali
Menghadapi semua yang akan terjadi
Baik bagiku tidak bagiMu
Baik bagiMu itulah yang berlaku
Sesungguhnya baik bagiMu adalah juga baik bagiku
Sang waktu yang akan memberi tahu
Terserah
Sekuat tenaga ku coba berdiam
Sekuat tenaga ku coba mengekang
Sekuat tenaga ku coba bertahan
Namun ketika hal itu terjadi...
Ku tak kuasa menolak
Ku tak kuasa berontak
Ku hanya termanggu
Apakah ini pilihanmu
Atau apakah ini yang kumau
Ku tak tahu.........
Yang ku mau tak dapat ku beri tahu
Akhirnya aku harus menyerah
Akhirnya aku harus pasrah
Akhirnya ku harus berkata terserah.....
Sekuat tenaga ku coba mengekang
Sekuat tenaga ku coba bertahan
Namun ketika hal itu terjadi...
Ku tak kuasa menolak
Ku tak kuasa berontak
Ku hanya termanggu
Apakah ini pilihanmu
Atau apakah ini yang kumau
Ku tak tahu.........
Yang ku mau tak dapat ku beri tahu
Akhirnya aku harus menyerah
Akhirnya aku harus pasrah
Akhirnya ku harus berkata terserah.....
Tuesday, January 5, 2016
Perubahan
Hari berganti
waktu berlalu
Detik demi detik meninggalkanmu
berlalu tak mau tau
Usia semakin menua
tampak dari pertanda yang diberikanNya
Sungguh waktu merubah segalanya
Sikapnya
Tutur sapanya
Cara pandangnya
Perubahan akan selalu ada
Suka atau tidak
Tak kuasa menolak
Yang tak mau berubah akan rebah
Yang tak mau berubah akan rubuh
Harus bersikap
Harus bertindak
Harus menyesuaikan diri
Harus memperbaiki diri
Biar tak rebah
Biar tak rubuh
Menjadi beban tubuh yang rapuh
waktu berlalu
Detik demi detik meninggalkanmu
berlalu tak mau tau
Usia semakin menua
tampak dari pertanda yang diberikanNya
Sungguh waktu merubah segalanya
Sikapnya
Tutur sapanya
Cara pandangnya
Perubahan akan selalu ada
Suka atau tidak
Tak kuasa menolak
Yang tak mau berubah akan rebah
Yang tak mau berubah akan rubuh
Harus bersikap
Harus bertindak
Harus menyesuaikan diri
Harus memperbaiki diri
Biar tak rebah
Biar tak rubuh
Menjadi beban tubuh yang rapuh
Subscribe to:
Comments (Atom)