Sunday, July 24, 2016

Resep Gulai Itik Cebe Hijau (Lado Ijau)

Bahan
1 ekor itik sarati/entok
1 buah kelapa diambil santannya pisahkan yang kental dan yang encer

Bumbu
1/2 kg cabe hijau

1,5 ons bawang merah
0,5 ons bawang putih
3 ruas jari lengkuas
2 ruas jari jahe
1 ruas jari kunyit
1 sendok makan bumbu kambing
2 sendok makan ketumbar
7 butir kemiri
1 butir buah pala
2 buah jeruk nipis diambil airnya
1 batang sereh
5 lembar daun jeruk


Cara membuat
1. Itik dibersihkan bulunya, kemudian dibakar hingga keluar minyaknya, dicuci bersih
2. Lumuri itik dengan perasan jeruk nipis
3. Haluskan seluruh bumbu kecuali sereh, daun jeruk, dan jeruk nipis
4. Tumis bumbu dengan sedikit minyak, masukkan bumbu kambing
5. Setelah bumbu berbau harum masukkan itik, masukkan santan encer, tutup dan ungkap
4. Setelah empuk masukkan santan kental, hingga matang
5. Setelah matang, angkat dan gulai itik lado hijau/lado mudo siap disajikan

Monday, June 13, 2016

Arogan

Manusia
Sungguh apa mau dikata
Berkata menimbulkan luka
Menyapa tak kenal tata krama

Arogan
Mengemuka
Ditangkap
Dibaca sebagai sebuah sikap

Manusia
Sungguh apakah dihargai
Hanya karena rupa, tahta, atau harta

Bukankah
Tak mengenal bukan berarti
Tak patut dihargai
Tak patut dihormati

Rupa, tahta, dan harta
menjadi raja dunia
Dipuja manusia
mengemuka pada sikap
Arogan

Berakhir

Ku coba membuang semua rasa
Ku coba membuang semua luka
Ku coba membuang semua cerita
kita....

Memulainya sungguh berat
Mengakhirinya jauh lebih berat

Beban yang ku pikul tak seberat bebanmu
Tanggungjawab yang ku emban melebihi dirimu

Tapi...
Ku tak kan menyerah
Ku tak kan pasrah
Ku akhiri semua gundah

Berbeda Nyata

Sesudah hari ini jika bersua
jangan ada tanya
Sesudah hari ini jika menyapa
jangan ada prasangka
Sesudah hari ini jika berbeda
itulah dunia nyata

Nyata bagiku
Nyata bagimu
Nyata bagi mereka

Tak ada jawab untuk sebuah tanya
walau sederhana
Tak ada prilaku yang mengundang
walau bisikan kecil
Tak ada yang sama
semua bisa berubah sekejap mata

Cobalah mengerti
Cobalah memahami
Inilah yang terbaik untukku, kamu, dan mereka

Metamorfosis

Perubahan
Berusaha mencobanya
Berusaha mewujudkannya

Perubahan
Walau lingkungan tak mendukung
Walau banyak cobaan
Walau banyak godaan

Perubahan
Meski dibenci
Meski dijauhi

Seekor kupu-kupu yang indahpun
Awalnya adalah ulat mengerikan yang disingkirkan
Kepompong aneh yang diabaikan

Perubahan
Walau penuh duka
Walau penuh luka
Walau penuh air mata

Perubahan
Kearah yang lebih baik
Kearah yang lebih indah
Kearah yang lebih barokah

Perubahan
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hari ini

Perubahan
Harus bisa
Harus kuasa
Harus sepenuh jiwa dan raga


Ramadhan

Ramadhan, satu bulan dari 12 bulan setiap tahunnya kita diberikan satu bulan yang istimewa.
Ramadhan, bulan yang penuh rahmah dan ampunan.
Ramadhan, yang dirindukan karena berbagai aspek yang melingkupinya.
Ramadhan, istimewa.
Ramadhan, setiap pagi yang syahdu.
Ramadhan, setiap hari berkumandang lantunan ayat-ayat suci.
Ramadhan, setiap hari dilalui dengan memperbanyak amalan.
Ramadhan, akankah kita memperoleh berkahNya.
Ramadhan, akankah kita memperoleh ampunanNya.
Insha Allah

Thursday, June 9, 2016

Sahabat

Sewindu............
Sahabat bekerja
Sahabat berkarya

Sewindu....
Sahabat mengabdikan diri
Sahabat berkreasi

Sewindu....
Sahabat bersamaku
Sahabat mendukungku

Sewindu...
Sahabat menjalani suka
Sahabat menjalani duka

Kini.....
Sahabat pergi
Sahabat meninggalkanku
Sahabat berlalu
Bertemu Sang Penciptamu

Tenanglah dalam tidur panjangmu
Sahabat kemarin, kini, dan nanti
Sungguh sahabat tak tergantikan


Tatapan terakhir

Siang itu sang waktu masih bersamamu
Ku melihat dari balik jendela
Sebuah tatapan dari matamu
Kau tujukan padaku

Bisu......
Hanya kebisuan yang ku tangkap dari tatapanmu

Ku tak dapat memaknai tatapanmu
Ku tak dapat memaknai kebisuanmu
Ku tak dapat menangkap pesan dari matamu

Mungkin kau ingin berucap
Selamat tinggal sahabat
Selamat tinggal kawan seperjuangan

Menjelang ashar sang waktu tak lagi bersamamu
Kau pergi meninggalkan sang waktu bersamaku
Dengan tatapan terakhir yang membekas dihatiku

Sunday, May 15, 2016

Diujung Penantian

Waktu berlalu
Hari berganti
Datang dan pergi
Tak mau peduli

Ku masih di sini
Seperti ini
Menanti.......

Tak ku tahu
Kapankah itu


Kau dan aku
Menanti jawaban pertanyaan ini
Apakah sesuai doaku
Atau sesuai keinginanmu

Semoga yang terbaik untukku
juga terbaik untuk mu

Firasat

Firasat menuntunku padamu
Firasat memberitahu sesuatu

Satu hal yang ku yakini
KehendakMu atas ku kemarin, kini, dan nanti

Firasat bisa jadi pertanda dari Mu
Agar ku bersiap diri
Agar ku berhati-hati
Agar ku memiliki nyali
Menghadapi semua yang akan terjadi

Baik bagiku tidak bagiMu
Baik bagiMu itulah yang berlaku
Sesungguhnya baik bagiMu adalah juga baik bagiku
Sang waktu yang akan memberi tahu

Terserah

Sekuat tenaga ku coba berdiam
Sekuat tenaga ku coba mengekang
Sekuat tenaga ku coba bertahan

Namun ketika hal itu terjadi...

Ku tak kuasa menolak
Ku tak kuasa berontak

Ku hanya termanggu
Apakah ini pilihanmu
Atau apakah ini yang kumau
Ku tak tahu.........

Yang ku mau tak dapat ku beri tahu

Akhirnya aku harus menyerah
Akhirnya aku harus pasrah
Akhirnya ku harus berkata terserah.....

Tuesday, January 5, 2016

Perubahan

Hari berganti
waktu berlalu
Detik demi detik meninggalkanmu
berlalu tak mau tau

Usia semakin menua
tampak dari pertanda yang diberikanNya

Sungguh waktu merubah segalanya
Sikapnya
Tutur sapanya
Cara pandangnya

Perubahan akan selalu ada
Suka atau tidak
Tak kuasa menolak

Yang tak mau berubah akan rebah
Yang tak mau berubah akan rubuh

Harus bersikap
Harus bertindak
Harus menyesuaikan diri
Harus memperbaiki diri

Biar tak rebah
Biar tak rubuh
Menjadi beban tubuh yang rapuh