Kau bertanya siapa diriku
Ku menjawab bukan siapa-siapa
Kau bertanya siapa yang memilikiku
Ku menjawab Sang Penciptaku
Kau bertanya bahagiakah diriku
Ku menjawab lebih bahagia
dibanding dirimu
Kau bertanya seberapa penting arti
dirimu
Ku menjawab tak melebihi
pasanganku
Kau bertanya seberapa besar
cintaku
Ku menjawab tak melebihi pada Sang
Penciptaku
Kau bertanya di mana posisimu di
hatiku
Ku menjawab di sudut hati yang
paling dalam
Kau marah?
biarlah
Kau kecewa?
hanya sementara
Kau benci?
wajar saja
Ku bisa menerima kemarahanmu
Ku bisa menerima kekecewaanmu
Ku bisa menerima kebencianmu
Tapi ku tak lagi bisa
menerima pertanyaanmu
No comments:
Post a Comment