Wednesday, March 6, 2013

PROPOSAL PENELITIAN


I. PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang
Perguruan tinggi dan universitas adalah organisasi unik yang memiliki misi berbeda dengan perusahaan ataupun lembaga pemerintah lainnya. Perguruan tinggi memiliki core business di bidang layanan pendidikan untuk jenjang pendidikan tinggi. Untuk menjalankan bisnisnya, perguruan tinggi sebagai lembaga akademik umumnya cenderung fokus pada layanan kepada mahasiswa dan stakeholders, dan kurang memperhatikan kualitas dan produktivitas layanan yang diberikan (Richard, 2009).
Ketersediaan layanan akademik tidak terlepas dari sumber daya fasilitas (facilities resources) yang ada. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk mendukung tujuan organisasi. Fasilitas merupakan persentase aset terbesar pada sebuah organisasi, demikian juga dengan biaya operasionalnya (Amaratungga dan Badri, 2000). Oleh sebab itu, fasilitas yang ada harus dioptimalkan untuk mendukungan layanan. Integrasi antara layanan dan fasilitas menjadi tolok ukur penilaian layanan secara keseluruhan, karena layanan yang baik sulit diwujudkan tanpa sumber daya fasilitas yang baik, demikian juga sebaliknya. Pengeluaran dalam jumlah besar untuk penyediaan fasilitas guna mendukung layanan, idealnya sebanding dengan kepuasan yang dinikmati oleh penggunanya.
Layanan akademik berikut fasilitas pendukungnya menjadi salah satu pertimbangan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikannya (Chapman, 2012). Hal ini berarti bahwa perguruan tinggi dengan layanan dan fasilitas yang baik, ditinjau dari ketercukupan jenis, jumlah, dan luasnya, menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS-UNP) dengan motto Strive for Excellent, berupaya untuk menyediakan layanan dan fasilitas untuk mewujudkan service excellent, guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Identifikasi dan analisis layanan berikut fasilitas pendukung, merupakan proses yang perlu dilakukan guna pengembangan layanan dan fasilitas, untuk memenuhi kepuasan pelanggan menuju service excellent.
Upaya meningkatkan layanan dan fasilitas harus dilakukan secara berkelanjutan, dan ini merupakan sebuah siklus dalam pengelolaan layanan/fasilitas untuk peningkatan kualitas. Peningkatan layanan dan fasilitas pendukung akademik dilakukan melalui perencanaan. Perencanaan dimaksud bukan hanya sebatas retorika, maupun alat yang digunakan untuk menyakinkan dan memperoleh kepercayaan stakeholders. Penyusunan sebuah perencaanan didasarkan keinginan untuk mencapai tujuan organisasi, dan mewujudkan kebutuhan pelanggan. 
Perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia merupakan institusi yang akrab dengan lingkungan ketidakpastian, jumlah mahasiswa yang akan diterima, dan jumlah dana yang diperoleh, merupakan contoh kondisi ketidakpastian yang setiap tahun dihadapi oleh PTN. Jumlah mahasiswa merupakan variabel yang berpengaruh langsung terhadap jumlah dosen, ketersedian fasilitas ruang kuliah, laboratorium, ruang dosen, ruang layanan administrasi, laboratorium komputer, kecepatan jaringan internet, dan jumlah dana yang harus dialokasikan untuk biaya overhead.
Lingkungan ketidakpastian tersebut mendorong perguruan tinggi untuk membuat perencanaan, karena tanpa perencanaan yang baik akan ditemui permasalahan di lapangan, yaitu: tidak memadainya jumlah dosen, fasilitas ruang kuliah, laboratorium, ruang dosen, kecepatan jaringan internet, ruang layanan administrasi, dan ruang perpustakaan yang tersedia. Hal tersebut secara langsung berimplikasi terhadap layanan perkuliahan, layanan kuliah praktik, layanan bimbingan akademik/tugas akhir, layanan administrasi, dan layanan akses teknologi informasi.
Fasilitas dan layanan akademik yang kurang memadai di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (FBS-UNP) diindikasikan oleh hal berikut.
1.        Antrian panjang pada pos layanan pada periode tertentu (wisuda, penerimaan mahasiswa baru);
2.        Bentrok pemakaian ruang, dan tidak ada konfirmasi menyangkut kehadiran dosen;
3.        Mahasiswa terkendala dalam pengambilan mata kuliah, karena prasyarat mata kuliah belum diambil pada semester sebelumnya;
4.        Belum tersedia penjadwalan bimbingan, dan fasilitas ruang/peralatan untuk pelaksanaan bimbingan yang memadai.
Hal tersebut di atas merupakan sebagian kecil indikator yang ditemui pada praktik layanan akademik di FBS-UNP. Ini seharusnya tidak terjadi, jika pengelolaan layanan akademik dilakukan secara serius. Layanan akademik merupakan core business dan kunci sukses layanan di perguruan tinggi, namun pengelolaannya masih belum optimal.
Hal lain yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya rencana pengembangan layanan dan fasilitas di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, sehingga dibutuhkan sebuah perencanaan yang berbasis pada data dan informasi dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.

1.2.  Permasalahan Studi
Masalah layanan dan fasilitas akademik di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, yang menjadi dasar permasalahan studi  ini adalah:
a.         Bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk menyediakan data dan informasi sebagai dasar yang dapat digunakan untuk membuat rencana pengembangan layanan dan fasilitas pendukung?
b.        Bagaimana mengembangkan layanan dan fasilitas yang ada, dan rekomendasi yang dapat diberikan seperti apa, untuk mewujudkan tujuan organisasi?

1.3.  Keaslian Studi
Berdasarkan penelusuran data dan informasi yang dilakukan melalui berbagai akses sumber informasi,  belum ada studi yang membahas masalah yang sama seperti diusulkan, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Penelitian terkait adalah yang dilakukan oleh Wurjaningrum (2010), yang melakukan penelitian untuk perbaikan kualitas layanan pendidikan pada Universitas Erlangga. Perbedaan mendasar penelitian ini dengan yang dilakukan oleh Wurjaningrum (2010) adalah sebagai berikut.
Tabel 1. Keaslian Studi
No.
Perbedaan
Wurjaningrum
Mulyani
1.
Lingkup layanan
Layanan pendidikan
Layanan Akademik
2.
Persyaratan pelanggan
Service quality: Parasuraman (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty)
Rahayu (2006): Cepat, tepat, aman, ramah tamah, nyaman (Sugiarto, 1999)
3.
Persyaratan teknis
Pimpinan universitas
Standar Nasional Pendidikan: PP 19/2005

1.4.  Tujuan Studi
Tujuan studi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1.        Mengidentifikasi layanan dan fasilitas akademik di Fakultas Bahasa dan Seni UNP.
2.        Menganalisis dan menentukan kebutuhan pengembangan layanan dan fasilitas akademik untuk mendukung tujuan Fakultas Bahasa dan Seni UNP untuk mewujudkan service excellent.
3.        Membuat rencana pengembangan layanan dan fasilitas akademik
4.        Memberikan rekomendasi terkait pengembangan layanan dan fasilitas akademik.

1.5.  Manfaat Studi
Manfaat yang akan diperoleh dari studi ini adalah:
a.         Tersedianya data dan informasi pendukung, terkait dengan layanan dan fasilitas yang ada saat ini.
b.        Tersedianya sebuah rencana pengembangan fasilitas dan layanan
c.         Dapat memberikan rekomendasi untuk pengembangan fasilitas dan layanan
d.        Jika rekomendasi pada poin di atas diterima dan diterapkan, diharapkan adanya peningkatan kualitas layanan dan fasilitas pendukung, dan dapat menekan terjadinya inefisiensi dalam penyediaan layanan dan fasilitas, setelah tahap implementasi dilaksanakan.

1.6.  Lingkup Studi
Lingkup kegiatan yang akan dilakukan dalam studi ini adalah:
a.         Penelitian dilakukan di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Padang
b.        Menyediakan data dan informasi pendukung layanan dan fasilitas akademik
c.         Membahas layanan dan fasilitas akademik
d.        Merencanakan pengembangan layanan dan fasilitas, terkait dengan layanan dan fasilitas akademik
e.         Mengembangkan dan mendisain kembali proses, prosedur, dan tata letak layanan dan fasilitas.

No comments:

Post a Comment