Penilaian
kinerja (performance appraisal) merupakan
proses untuk mendapatkan informasi seberapa baik seorang karyawan melaksanakan
pekerjaannya (Noe, et all., 2010, p. 351). Penilain kinerja merupakan tahapan
dalam performance management, setelah
mengetahui aspek kinerja yang akan dinilai, bagaimana menilainya, kemudian
umpan balik yang diperoleh seperti apa. Jadi proses penilaian kinerja tersebut
berada pada langkah ke dua dalam performance
management.
Penilaian
kinerja tersebut berkaitan dengan ketersediaan tool yang valid dan reliabel untuk melakukan penilaian, tool tersebut menjadi kunci bagi
keberhasilan dan efektifitas pengelolaan SDM serta peningkatan kinerja
organisasi sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Longenecker dan Goff
(1992).
Masih ada
persoalan lain yang timbul berkenaan dengan tool
yang digunakan untuk menilai kinerja sebagaimana yang diungkapkan Bernardin
(1978), dimana persoalan tersebut disebabkan atribut yang tidak jelas dan
prediksi validitas evaluasi kinerja yang buruk merupakan kesalahan evaluator
yang menyebabkan terjadinya Halo, tendensi sentral, kesalahan akibat
kelonggaran yang diberikan dan kesalah kaprahan dalam penggunaan tool.
Kinerja
institusi ditentukan dari hasil penilaian kinerja kelompok dan individu, jika
tool yang digunakan untuk menilai individu tidak sesuai (tidak valid dan tidak
reliabel), maka akan berimplikasi terhadap keputusan yang akan diambil oleh
institusi, yang pada gilirannya akan berdampak pada kinerja institusi tersebut.
Untuk
menjembatani persoalan penilaian kinerja baik personal maupun institusi, maka
sebaiknya setiap institusi mengembangkan sistem penilaian sendiri, mengingat
setiap unit punya tugas pokok sendiri-sendiri yang berbeda dengan unit lainnya.
Sistem ini selain menjembatani persoalan di atas, juga akan mengeliminir
persoalan terkait hubungan antar manusia yang sangat kompleks, dalam memberikan
penilaian yang adil dan proporsional.
Penulis
mencoba untuk rancangan penilaian kinerja karyawan berbasis Key Performance
Indikator.
Penyusunan
Penilaian Prestasi Kerja (Job performance )
Prestasi
Kerja atau Job performance adalah bagian
penilaian kinerja yang mendeskripsikan pencapaian atau performa pekerja
terhadap target atau sasaran kerja yang telah ditepakan di saat awal bekerja
ataupun awal tahun sesuai dengan jabatan, dan bentuk perjanjian yang dibuay
antara employee dan employer. Perumusan ini didasarkan atas
uraian jabatan pada posisi yang bersangkutan.
Key
performance indicator (KPI) dipergunakan sebagai indikator pencapaian target
atau sasaran kerja organisasi dan individu. Penilain kinerja berbasis KPI ini
penulis pandang merupakan pendekatan yang baik karena jelas standar yang akan
dicapai, ukuran yang digunakan, dan waktu yang tersedia (periode).
Saat ini
institusi perguruan tinggi mempergunakan DP3 untuk melakukan evaluasi dan
penilaian kinerja staffnya, namun penilaian ini dianggap berbagai pihak sebagai
formalitas belaka, karena tidak mencerminkan fungsi evaluasi dan penilaian.
Kondisi tersebut memacu beberapa institusi untuk mengembangkan sendiri sistem
penilaian kinerja, yang pada umumnya berbasiskan teknologi informasi.
Kinerja
Mengacu
pada kamus Bahasa Inggris Oxford, kinerja dedefinisikan sebagai " tindakan
atau proses dalam kerangka menampilkan". Definisi lain dari kata tersebut
yaitu kemampuan mesin dalam produksi. Sementara
itu Lebas (1995) mendefinisikan kinerja sebagai kemungkinan untuk melakukan
tindakan tertentu agar berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh
pemangku kepentingan dan institusi dalam jangka waktu dan kendala yang
dihadapi. Kinerja juga dapat didefinisikan sebagai hasil yang sebenarnya
dicapai dibandingkan dengan hasil yang diinginkan (Dess dan Robinson, 1984).
Key
Performance Indicator
Indikator
kinerja atau key performance indicator (KPI) adalah istilah yang dipergunakan
oleh sektor industri untuk pengukuran kinerja. KPI biasanya digunakan oleh
organisasi untuk mengevaluasi keberhasilan atau keberhasilan suatu kegiatan
tertentu di mana organisasi terlibat. Terkadang keberhasilan didefinisikan
dalam hal membuat kemajuan dalam hal tujuan strategis, tetapi sering sukses diartikan sebagai
pencapaian yang berulang ataupun peningkatan tujuan beberapa level pada
operasional (misalnya, nol cacat, 10/10 kepuasan pelanggan, dll),
(en.wikipedia.org).
Penilaian
Kinerja
Menurut
Werther & Davis (1996) penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan
organisasi untuk mengevaluasi hasil kerja para karyawannya. Penilaian
kinerja dan evaluasi merupakan tahapan dalam melakukan identifiasi, pengukuran
terhadap kinerja perseorangan dan organisasi dalam rangka memberikan umpan
balik akan kebutuhan pelatihan yang berguna untuk mencapai tingkatan kinerja
yang lebih tinggi (Gomez-Mejia, Balkin, dan Cardi, 2007).
Penentuan Key Result Area
Penyusunan
KRA mengacu pada Goal & Objective dari unit kerja serta uraian
jabatan dari pekerja yang bersangkutan, serta mendukung ketercapaian goal dan
objectives unit kerja terkait. Deskripsi KRA dituliskan dalam kalimat yang
berisi tentang action atau kegiatan yang mendukung ketercapaian hasil (result). Dalam Goal & Objective, KRA
disebut sebagai sasaran kerja pokok, sehingga penilaian terhadap pekerja secara
langsung merupakan bagian dari penilaian kinerja organisasi terhdap pencapaian target
dan sasaran kerja.
Berikut
penulis sajikan rancangan penilaian pada Unit Sub Bagian Kemahasiswaan, dimana
penilaian sendiri dilakukan oleh user
(pengguna layanan) dan institusi (Kasubag/Kabag/Pembantu Dekan Bidang
Kemahasiswaan).
Tabel 1. Rancangan Penilaian Kinerja Sub Bagian Kemahasiswaan
Berbasi KPI
TUGAS
|
TUJUAN
|
PENILAIAN
|
PENILAI
|
|||
Indikator
|
Target
|
Hasil
|
User
|
Institusi
|
||
Memberikan
Layanan Administrasi Surat Keterangan Kuliah
|
Menyediakan
layanan yang mudah, cepat, dan akurat
|
Ketersediaan
persyaratan untuk memperoleh layanan
|
Publikasi
syarat layanan di web unit, banner, dan brosur
|
√
|
√
|
|
Maksimal
waktu tunggu layanan
|
10
menit/mhs
|
√
|
√
|
|||
Kesalahan:
setiap satu kesalahan item data dan satu kata pengetikan maka performance
dikurangi sebesar 5%
|
Tidak ada
kesalahan data dan pengetikan
|
√
|
√
|
|||
Memberikan
Layanan Administrasi Permohonan Berhenti Kuliah Sementara
|
Menyediakan
layanan yang mudah, cepat, dan akurat
|
Ketersediaan
persyaratan untuk memperoleh layanan
|
Publikasi
syarat layanan di web unit, banner, dan brosur
|
√
|
√
|
|
Maksimal
waktu tunggu layanan
|
10
menit/mhs
|
√
|
√
|
|||
Kesalahan: setiap
satu kesalahan item data dan satu kata pengetikan maka performance dikurangi
sebesar 5%
|
Tidak ada
kesalahan data dan pengetikan
|
√
|
√
|
|||
Memberikan
Layanan Administrasi Permohonan Aktif Kuliah
|
Menyediakan
layanan yang mudah, cepat, dan akurat
|
Ketersediaan
persyaratan untuk memperoleh layanan
|
Publikasi
syarat layanan di web unit, banner, dan brosur
|
√
|
√
|
|
Maksimal
waktu tunggu layanan
|
10
menit/mhs
|
√
|
√
|
|||
Kesalahan:
setiap satu kesalahan item data dan satu kata pengetikan maka performance dikurangi
sebesar 5%
|
Tidak ada
kesalahan data dan pengetikan
|
√
|
√
|
|||
Memberikan
Layanan Administrasi Surat Keterangan Terdaftar
|
Menyediakan
layanan yang mudah, cepat, dan akurat
|
Ketersediaan
persyaratan untuk memperoleh layanan
|
Publikasi
syarat layanan di web unit, banner, dan brosur
|
√
|
√
|
|
Maksimal
waktu tunggu layanan
|
10
menit/mhs
|
√
|
√
|
|||
Kesalahan:
setiap satu kesalahan item data dan satu kata pengetikan maka performance
dikurangi sebesar 5%
|
Tidak ada
kesalahan data dan pengetikan
|
√
|
√
|
|||
Memberikan Layanan
Administrasi Surat Keterangan Pembuatan KTM Hilang
|
Menyediakan
layanan yang mudah, cepat, akurat, dan akuntabel
|
Ketersediaan
persyaratan untuk memperoleh layanan
|
Publikasi
syarat layanan di web unit, banner, dan brosur
|
√
|
√
|
|
Maksimal
waktu tunggu layanan
|
10
menit/mhs
|
√
|
√
|
|||
Kesalahan:
setiap satu kesalahan item data dan satu kata pengetikan maka performance
dikurangi sebesar 5%
|
Tidak ada
kesalahan data dan pengetikan
|
√
|
√
|
|||
Memberikan
Layanan Administrasi Calon Penerima Beasiswa
|
Menyediakan
layanan yang mudah, cepat, akurat, dan akuntabel
|
Ketersediaan
persyaratan untuk memperoleh layanan
|
Publikasi
syarat layanan di web unit, banner, dan brosur
|
√
|
√
|
|
Maksimal
waktu tunggu layanan
|
1 minggu
setelah pengumuman besiswa
|
√
|
√
|
|||
Memberikan
Layanan Administrasi Surat Pengantar Beasiswa
|
Menyediakan
layanan yang mudah, cepat, akurat, dan akuntabel
|
Maksimal
waktu tunggu layanan
|
10
menit/mhs
|
√
|
√
|
|
Kesalahan:
setiap satu kesalahan item data dan satu kata pengetikan maka performance dikurangi
sebesar 5%
|
Tidak ada
kesalahan data dan pengetikan
|
√
|
√
|
|||
Penyelenggaraan
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi
|
Terpilihnya
mahasiswa yang memiliki prestasi untuk berkompetisi di tingkat yang lebih
luas, dimana keputusan dapat dipertanggung jawabkan secara akademik
|
Persyaratan
administrasi peserta
|
Publikasi
syarat peserta di web unit, banner, dan brosur
|
√
|
√
|
|
Seleksi
yang terbuka dan transparan
|
Seleksi
dilakukan oleh juri, yang diwakili masing-masing 2 orang juri setiap jurusan
|
√
|
√
|
|||
Penyelenggaraan
Seleksi Lomba Karya Tulis Ilmiah ( LKTI )
|
Terbentuknya
suasana akademis melalui kompetisi secara sehat karya-karya yang dihasilkan
oleh mahasiswa
|
Persyaratan
administrasi peserta
|
Publikasi
syarat peserta di web unit, banner, dan brosur
|
√
|
√
|
|
Seleksi
yang terbuka dan transparan
|
Seleksi
dilakukan oleh juri, yang diwakili masing-masing 2 orang juri setiap jurusan
|
√
|
√
|
|||
Peningkatan
jumlah karya tulis yang mengikuti seleksi
|
10% dari
tahun sebelumnya
|
-
|
√
|
|||
Jumlah
karya tulis yang lolos kompetisi nasional
|
minimal 1
judul/tahun
|
-
|
√
|
|||
Pembuatan
Database Alumni
|
Menyediakan
data guna melakukan penelusuran terhadap alumni untuk kepentingan alumni dan
institusi
|
Tersedianya
database alumni
|
max pada
semester ganjil 2013/2014
|
-
|
√
|
|
Tersedianya
sistem untuk mengakses data alumni melalui jaringan global (internet)
|
max pada
semester ganjil 2013/2014
|
-
|
√
|
|||
Karena
penilaian dilakukan oleh user dan institusi, maka harus disediakan format
khusus untuk melakukan penilaian tersebut untuk meng-asses user maupun institusi. Jadi setiap orang punya lembar
penilaian yang diberikan pada user dan pimpinan unitnya setiap memberikan
layanan, dari sinilah kemudian data direkap menurut jadwal yang telah
ditetapkan, mingguan atau bulanan. Dari kinerja staf tersebut, maka pimpinan
bisa menilai dan membuat kebijakan terkait perencanaan unit tersebut pada tahun
berikutnya.
Penilaian
ini akan lebih efektif jika dirancang menggunakan dukungan sistem informasi,
karena selain dapat mengassess setiap saat, juga akan menghemat alokasi waktu,
menghemat penggunaan ATK (Alat Tulis dan Kertas), karena menggunakan administrasi
paperless. Berikut rancangan sistem
penilaian kinerja karyawan yang dilakukan oleh stakeholders dan organisasi.
Gambar 1. Rancangan Sistem Pendukung Kinerja (DFD Level 1)
Dengan
dukungan sistem informasi tersebut kebutuhan penilaian bisa dikembangkan oleh
masing-masing bagian, dan setiap orang menentukan target dari indikator yang
ditetapkan oleh pimpinan, jadi staf akan terdorong untuk berbuat lebih baik
untuk mencapai target yang ditetapkannya. Di samping itu, indikator penilaian
akan sangat fleksibel sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi,
selain itu sistem didisain sedemikian rupa untuk menolak target yang sama untuk
kegiatan yang sama, sistem akan menerima kondisi demikian jika telah ada
persetujuan dari pimpinan dan ada penjelasan rasional yang disampaikan oleh
stafnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Bernardin,
H. J. (1978). Effect of Rater Training on Leniency and Halo Errors in Student
Rating of Instructors. Journal of Applied
Psychology. 63, 301-308.
Dess,
G. G., & Robinson, R. B., Jr. (1984). Measuring organisational performance
in the absence of objective
measures: The case of the privately-held firm and conglomerate business unit. Strategic Management Journal, 5(3), 265-273.
Gomez-Mejia;
L; Balkin, D., & Cardy, R.(2007). Managing
Human Resources. (5th ed.). New Jersey: 07458
Key
Performace Indicator, available at http://en.wikipedia.org/wiki/Performance_indicator access 26
Januari 2013, 12:50 WIB
Lebas,
M. J. (1995). Performance
measurement and performance management. International
Journal of Production Economics, 47(1-3), 23-35.
Longenecker,
C.O., Goff, S.J. (1992). Performance Appraisak Effectiveness: A Matter of
Perspective. Advanced Management Journal.
2(57), 18.
Noe,
Raymond A., Hollenbeck, John R., Gerhart, Barry., Wright, Patrick M. (2010). Human Resource Management: Gaining A
Competitive Advantage. New York: Mc. Graw Hill.
Parmenter,Davis.
(2007). Key Performance Indicators.
Elek Media Komputindo: Jakarta
Werther,
W.B. & Davis, K. (1996). Human
Resources and Personnel Management. 5th Ed., Boston: McGraw-Hill.

No comments:
Post a Comment