Sunday, December 16, 2012

Pengembangan SDM Perguruan Tinggi Beberapa Negara Uni Eropa


Dari laporan Socrates programme, yang diterbitkan oleh European University Association pada tahun 2007, penulis mengambil beberapa topik di bawah ini untuk dilakukan analisanya.

1.        Leadership Development at Luleå University of Technology (Ingegerd Palmér)
2.        Introducing a New Model of Faculty Recruitment, Development & Management at Bocconi (Lorenzo Peccati and Andrea Sironi)
3.        Human Resource Development: A UK Perspective (Robin Middlehurst)

Dari ke-tiga topik tersebut, penulis melihat bahwasanya sumberdaya manusia merupakan isu krusial yang harus dikelola untuk menghasilkan kinerja yang optimal dari sebuah organisasi, khususnya pendidikan tinggi.

Luleå University of Technology menerapkan strategi berikut dalam pengelolaan SDMnya dalam kerangka peningkatan kinerja universitas.

a.        pengembangan kepemimpinan dengan skala yang besar, pengembangan kepemimpinan individu dan pengembangan organisasi, untuk tujuan merangsang dan memimpin perubahan
b.        mengidentifikasi, merangsang dan mengembangkan staf kunci yang akan membantu dalam pencapaian 'universitas kreatif'
c.         meningkatkan rasa memiliki dan partisipasi antara staf
d.       mengembangkan jaringan pribadi melalui batas-batas organisasi
e.        mendorong kerjasama kelompok dalam memecahkan masalah organisasi
di Bocconi University menerapkan strategi sebagai berikut:
a.        mengimplementasikan prasyarat gelar doktor telah menjadi persyaratan wajib bagi mereka yang berkeinginan meniti tangga karir akademik di Italia, gelar doktor tersebut bukanlah pengganti untuk proses evaluasi, namun merupakan syarat administrasi yang harus dipenuhi, sebelum kemudian dievaluasi dan diputuskan
b.        merangsang kualitas pengajaran yang tinggi dan kegiatan penelitian
sedangkan untuk studi kasus di inggris, ada lembaga yang secara khusus mengawasi kualitas SDM di pendidikan tinggi, memberikan saran pengembangan SDM, dan menyediakan dana untuk kepentingan berikuttersebut dengan strategi berikut.

a.        pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai praktek, termasuk induksi, pelatihan dan dukungan serta kepemimpinan yang efektif, desain pekerjaan dan manajemen kinerja
b.        mensuport rekrutmen dan retensi staf yang berkualitas tinggi untuk memastikan reputasi pendidikan tinggi Inggris berkelas dunia
c.         mengembangkan, memberikan saran dan dukungan untuk lembaga-lembaga individu dalam kaitannya dengan berbagai kebutuhan pelatihan
d.       memberi panduan mengenai kebutuhan pelatihan untuk semua kategori staf termasuk staf administrasi dan kesekretariatan, staf teknis, staf administrasi dan staf akademik
e.        pengembangan bagi para pemimpin senior melalui program unggulan untuk Kepala Departemen, Dekan, dan Top Manajemen Program
Dari kegiatan yang dilakukan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi memfokuskan diri pada pengembangan berbasis People-Centered and Skills. Hal tersebut dapat dilihat dari strategi yang diterapkan di atas. Kaitan pengembangan SDM berbasis People-Centered and Skills dengan performance dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 1. Hasil Strategis Siklus 4P Tentang Perbaikan yang Berkesinambungan
Dapat disimpulkan bahwa pengembangan organisasi People-Centered and Skills cocok di terapkan pada perguruan tinggi, karena people merupakan aset pokok yang dimiliki oleh perguruan tinggi, people memiliki peran yang besar pada proses, untuk menghasilkan produktivitas dan jasa yang memberikan kepuasan bagi pelanggannya.

Sivitas akademika di perguruan tinggi merupakan people yang harus dikelola dan merupakan kunci keberhasilan perguruan tinggi, namun faktor lain seperti perencanaan, teknologi, dan keuangan juga membutuhkan pengelolaan yang lebih baik. Pada model 4P, people dapat berfungsi sebagai motor penggerak bagi perbaikan yang berkesinambungan.


Daftar Bacaan.

Kreitner, Robert., Kinicki, Angelo. (2003). Organization Behavior (Terjemahan). Jakarta: Salemba 4.

Socrates. (2007). Managing The University Community: Exploring Good Practice. European University Association

No comments:

Post a Comment