Dari
laporan Socrates programme, yang diterbitkan oleh European University
Association pada tahun 2007, penulis mengambil beberapa topik di bawah ini
untuk dilakukan analisanya.
1.
Leadership
Development at Luleå University of Technology (Ingegerd Palmér)
2.
Introducing
a New Model of Faculty Recruitment, Development & Management at Bocconi
(Lorenzo Peccati and Andrea Sironi)
3.
Human
Resource Development: A UK Perspective (Robin Middlehurst)
Dari
ke-tiga topik tersebut, penulis melihat bahwasanya sumberdaya manusia merupakan
isu krusial yang harus dikelola untuk menghasilkan kinerja yang optimal dari
sebuah organisasi, khususnya pendidikan tinggi.
Luleå
University of Technology menerapkan strategi berikut dalam pengelolaan SDMnya
dalam kerangka peningkatan kinerja universitas.
a.
pengembangan
kepemimpinan dengan skala yang besar, pengembangan kepemimpinan individu dan
pengembangan organisasi, untuk tujuan merangsang dan memimpin perubahan
b.
mengidentifikasi,
merangsang dan mengembangkan staf kunci yang akan membantu dalam pencapaian
'universitas kreatif'
c.
meningkatkan
rasa memiliki dan partisipasi antara staf
d.
mengembangkan
jaringan pribadi melalui batas-batas organisasi
e.
mendorong
kerjasama kelompok dalam memecahkan masalah organisasi
di Bocconi University menerapkan strategi sebagai
berikut:
a.
mengimplementasikan
prasyarat gelar doktor telah menjadi persyaratan wajib bagi mereka yang
berkeinginan meniti tangga karir akademik di Italia, gelar doktor tersebut
bukanlah pengganti untuk proses evaluasi, namun merupakan syarat administrasi
yang harus dipenuhi, sebelum kemudian dievaluasi dan diputuskan
b.
merangsang
kualitas pengajaran yang tinggi dan kegiatan penelitian
sedangkan
untuk studi kasus di inggris, ada lembaga yang secara khusus mengawasi kualitas
SDM di pendidikan tinggi, memberikan saran pengembangan SDM, dan menyediakan
dana untuk kepentingan berikuttersebut dengan strategi berikut.
a.
pengembangan
sumber daya manusia melalui berbagai praktek, termasuk induksi, pelatihan dan
dukungan serta kepemimpinan yang efektif, desain pekerjaan dan manajemen
kinerja
b.
mensuport rekrutmen
dan retensi staf yang berkualitas tinggi untuk memastikan reputasi pendidikan
tinggi Inggris berkelas dunia
c.
mengembangkan,
memberikan saran dan dukungan untuk lembaga-lembaga individu dalam kaitannya
dengan berbagai kebutuhan pelatihan
d.
memberi panduan
mengenai kebutuhan pelatihan untuk semua kategori staf termasuk staf
administrasi dan kesekretariatan, staf teknis, staf administrasi dan staf
akademik
e.
pengembangan
bagi para pemimpin senior melalui program unggulan untuk Kepala Departemen,
Dekan, dan Top Manajemen Program
Dari
kegiatan yang dilakukan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi
memfokuskan diri pada pengembangan berbasis People-Centered
and Skills. Hal tersebut dapat dilihat dari strategi yang diterapkan di
atas. Kaitan pengembangan SDM berbasis People-Centered
and Skills dengan performance
dapat digambarkan sebagai berikut.
Gambar 1. Hasil Strategis Siklus 4P Tentang
Perbaikan yang Berkesinambungan
Dapat
disimpulkan bahwa pengembangan organisasi People-Centered
and Skills cocok di terapkan pada perguruan tinggi, karena people merupakan aset pokok yang
dimiliki oleh perguruan tinggi, people
memiliki peran yang besar pada proses, untuk menghasilkan produktivitas dan
jasa yang memberikan kepuasan bagi pelanggannya.
Sivitas
akademika di perguruan tinggi merupakan people
yang harus dikelola dan merupakan kunci keberhasilan perguruan tinggi, namun
faktor lain seperti perencanaan, teknologi, dan keuangan juga membutuhkan
pengelolaan yang lebih baik. Pada model 4P, people
dapat berfungsi sebagai motor penggerak bagi perbaikan yang berkesinambungan.
Daftar
Bacaan.
Kreitner,
Robert., Kinicki, Angelo. (2003). Organization
Behavior (Terjemahan). Jakarta: Salemba 4.
Socrates.
(2007). Managing The University Community: Exploring Good Practice. European University Association.

No comments:
Post a Comment