STRATEGI MENGATASI KETERBATASAN LAHAN DALAM
MENINGKATKAN LAYANAN AKADEMIK DI
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
- UNP
1.1
Latar Belakang
Persoalan
keterbatasan lahan akibat pertumbuhan populasi penduduk saat ini, bukan hanya
menjadi masalah di perkotaan. Hal yang sama juga di hadapi oleh institusi
perguruan tinggi, jumlah mahasiswa yang terus meningkat setiap tahunnya, tidak
diiringi oleh pertambahan lahan. Pada kenyataannya lahan
yang dikelola oleh universitas cenderung menurun karena beberapa sebab, antara
lain akuisisi lahan oleh masyarakat (penduduk setempat), bencana alam (seperti
gempa bumi) yang mengakibatkan beberapa lahan beralih fungsi, dan perubahan
aturan/kebijakan atas lahan tersebut. Berikut adalah data luas lahan yang
dikelola Universitas Negeri Padang.
Tabel 1. Rekapitulasi Luas Lahan Universitas Negeri
Padang
No.
|
LOKASI KAMPUS
|
LUAS (M²)
|
|||||||
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
||
1
|
Kampus I (Utama)
|
331.908
|
331.908
|
331.908
|
362.361
|
362.361
|
349.518
|
340.568
|
314.670
|
2
|
Kampus II (Lubuk Buaya, Padang)
|
34.345
|
34.345
|
34.345
|
34.345
|
34.345
|
34.345
|
34.345
|
34.345
|
3
|
Kampus III (Ulu Gadut, Padang)
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
30.000
|
27.930
|
27.930
|
4
|
Kampus IV (Limau manis, Padang
|
37.000
|
37.000
|
37.000
|
35.835
|
35.835
|
35.835
|
35.835
|
35.835
|
5
|
Kampus V (Belakang Balok, Bukittinggi)
|
34.125
|
34.125
|
34.125
|
34.125
|
34.125
|
34.125
|
34.125
|
34.125
|
TOTAL
|
467.378
|
467.378
|
467.378
|
496.666
|
496.666
|
483.823
|
472.803
|
446.905
|
|
Sumber:
Biro Administrasi dan Pengembangan Sistem Informasi UNP
Idealnya
luas lahan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah mahasiswa, namun tanah
dan lahan merupakan aset yang luasnya tidak memiliki kemampuan untuk berkembang
dengan sendirinya tanpa ada upaya dari pemiliknya. Di atas lahan kampuslah
seluruh fasilitas utama dan penunjang
untuk pelaksanaan kegiatan perguruan tinggi berada, sebagaimana di
amanatkan oleh Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003
Pasal 20 Ayat 2 “Perguruan tinggi berkewajiban
menyelenggarakan pendidikan, penelitian,
dan pengabdian kepada masyarakat”. Tiga kewajiban tersebut dikenal
sebagai Tridharma Perguruan Tinggi.
Untuk
melaksanakan kewajibannya, perguruan tinggi mengacu pada standar yang
ditetapkan oleh BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan) yang dipergunakan
sebagai dasar penilaian dan pengembangan bagi perguruan tinggi. Dalam kerangka
menindak lanjuti hal tersebut, Dikti secara khusus menerbitkan Surat Edaran No.
2920/DT/2007, tanggal 28 September 2007 bagi perguruan tinggi sebagai tolok
ukur penilain kualitas layanan yang diselenggarakan melalui 6 (enam) aspek
layanan yang paling penting sebagaimana Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Aspek Layanan Standar di Perguruan Tinggi
No.
|
Aspek Layanan
|
Standar
|
1.
|
ketersediaan
dosen tetap
|
Rasio
Dosen tetap terhadap mahasiswa 1 : 25
|
2.
|
ruang
kuliah
|
Ruang
Kuliah : 2 m2 / mahasiswa
|
3.
|
ruang
laboratorium
|
Ruang
Laboratorium : 2 m2 / mahasiswa
|
4.
|
ruang
kerja dosen
|
Ruang
Kerja dosen : 4 m2 / mahasiswa
|
5.
|
ruang
komputer
|
Ruang
Komputer : 1 m2 / mahasiswa
|
6.
|
akses
internet
|
Akses
Internet : 1 kbps/mahasiswa
|
Sumber:
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Jika
diamati dengan seksama aspek layanan standar yang dikeluarkan oleh Dikti
tersebut, lima aspek diantaranya berkaitan dengan fasilitas fisik dimana
keberadaannya sangat terkait dengan lahan yang tersedia. Jumlah mahasiswa yang
terus meningkat, lahan yang terbatas untuk pengembangan fasilitas dan layanan
merupakan kondisi yang di temui di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri
Padang. Tabel 3 berikut menunjukkan pertumbuhan jumlah mahasiswa Fakultas
Bahasa dan Seni dan luas ruang perkuliahan yang tersedia sebagai fasilitas
belajar mengajar bagi mahasiswa.
Tabel 3. Rasio Jumlah Mahasiswa dan Ketersediaan
Ruang Perkuliahan
Item
|
Tahun
|
|||||||
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
Jumlah Mahasiswa
|
1832
|
2114
|
2573
|
3179
|
3682
|
4253
|
4300
|
4594
|
Luas Ruang Perkuliahan
|
1403
|
2285
|
2285
|
2484
|
2285
|
3010
|
2500
|
2500
|
Rasio
|
1:0,8
|
1:1,1
|
1:0,9
|
1:0,8
|
1:0,6
|
1:0,7
|
1:0,6
|
1:0,5
|
Sumber:
Biro Administrasi dan Pengembangan Sistem Informasi UNP
Rasio
luas ruang perkuliahan yang tersedia dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa
cenderung menurun, pada tahun 2010 luas ruang perkualiahan bagi satu orang
mahasiswa hanya tersedia 0,5 m2, sedangkan untuk standar layanan mensyaratkan
rasio ruang kuliah 2 m2 / mahasiswa, maka angka di atas jauh dari
memadai, namun hingga saat ini belum ada keputusan strategis yang diambil oleh
pihak pengelola fakultas untuk mengatasi hal tersebut.
Secara sederhana
hubungan antara pertumbuhan mahasiswa dan ketersediaan layanan standar yang
diukur melalui enam aspek layanan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar
1. Hubungan Antara Pertumbuhan Jumlah Mahasiswa dan
Aspek
Layanan Standar
Gambar 2. berikut
menunjukkan lahan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang dan
pemanfaatnnya, yang merupakan ilustrasi dari keadaan yang sesungguhnya.
Gambar 2.
Ilustrasi dari Keadaan Sesungguhnya Pemanfaatan Lahan
Di
Fakultas Bahasa dan Seni UNP
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
5
|
: Pusat pelayanan Adm. Jurusan Seni Rupa
|
6
|
: Ruang perkuliahan dan studio seni rupa
|
7
|
: Musholla (lama)
|
8
|
: Pusat kegiatan mahasiswa dan ruang perkuliahan
| ||||||
1
|
: Ruang perkuliahan
|
2
|
: Ruang perkuliahan (tahap konstruksi)
|
Gambar 2. Foto Udara Fakultas Bahasa dan Seni UNP
Dalam
kurun 5 sampai dengan 10 tahun kedepan kecil kemungkinan terjadi penambahan
lahan fakultas, sehingga perlu difikirkan cara untuk mengatasi keterbatasan
lahan disatu sisi dimana seluruh fasilitas berada, dan seluruh aktifitas sivitas
akademika di laksanakan, berhadapan dengan jumlah mahasiswa di sisi lain yang
setiap tahunnya cenderung bertambah.
Penulis
melihat bahwasanya penyusunan rencana pengembangan akademik yang mendukung dan
menjamin ketersediaan layanan sesuai standar, harus dilakukan sebagai dasar
dalam menentukan alternatif strategi guna mengatasi kendala keterbatasan lahan
kampus. Melalui rencana pengembangan akademik dan penataan kembali pemanfaatan
lahan, diharapkan bukan hanya kebutuhan layanan
bagi sivitas akademika untuk beraktifitas yang terpenuhi, namun aspek keserasian
dan keselarasan dengan lingkungan juga diperhatikan dan dipertimbangkan,
sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
1.2
Permasalahan Penelitian
Penyediaan
layanan akademik sesungguhnya berhubungan dengan banyak aspek yaitu: 1).
Sumberdaya manusia, meliputi tenaga pendidik dan kependidikan; 2). Fasiltas, yang
menghubungkan sivitas akademika dan aktifitas yang dilaksanakan yang meliputi
ruang kuliah, laboratorium, lab. komputer, ruang kerja dosen; dan 3). Sumber
dana untuk pelaksanaan program/kegiatan.
Maksud
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah layanan dan fasilitas saat
ini telah memenuhi standar, dan upaya apa saja yang telah dilakukan untuk
memenuhi standar tersebut. Secara spesifik permasalahan penelitiannya adalah sebagai
berikut.
a.
Apakah kondisi layanan akademik saat ini
telah memenuhi standar yang ditetapkan?
b.
Langkah/keputusan apa saja yang
dilakukan untuk memenuhi standar layanan dan
penyediaan fasilitas?
c.
Apakah langkah/keputusan tersebut dapat
mengatasi keterbatasan layanan dan fasilitas?
d.
Adakah data/informasi yang menjadi dasar
pendukung keputusan tersebut?
e.
Adakah alternatif lain untuk memenuhi
standar layanan dan fasilitas yang ditetapkan, dengan kondisi keterbatasan
lahan?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi alternatif strategi dan
memilih strategi untuk mewujudkan fasilitas guna memenuhi standar layanan yang
disyaratkan, dimana keberadaan fasilitas untuk mendukung layanan tersebut mengacu pada 1). data dan informasi; dan 2)
memperhatikan aspek keserasian dan keselarasan dengan lingkungan.
1.4 Manfaat Penelitian
Dengan
penelitian ini diharapkan alternatif strategi yang dipilih guna mewujudkan layanan
standar yang disyaratkan dapat dipenuhi dengan tetap memperhatikan aspek keserasian
dan keselaran dengan lingkungan. Kedepan, jika hal tersebut dapat diwujudkan
maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah peningkatan kualitas
layanan, sehingga bukan hanya kemudahan akses untuk memperoleh layanan
pendidikan, namun harus diwujudkan akses pendidikan yang berkualitas.
II.
Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori
2.1
Tinjauan Pustaka
Berdasarkan
pendapat yang dikemukakan oleh (Berndtsson et al., 2008) bahwasanya research merupakan
kegiatan penyelidikan secara cermat dan sistematis dengan melakukan investigasi
terhadap suatu objek penelitian dengan tujuan menemukan sesuatu hal yang dapat
dipergunakan untuk merevisi suatu fakta, teori, aplikasi dan sebagainya.
Atas
dasar pendapat yang dikemukan di atas penulis akan melakukan penelitian
terhadap layanan dan fasilitas standar yang ada di Fakultas Bahasa dan Seni,
untuk menemukan suatu hal yang dapat dipergunakan untuk merubah kondisi yang
ada. Melalui investigasi secara mendalam, penulis berharap akan menemukan
fakta-fakta di lapangan yang dapat menjelaskan kondisi yang ada, untuk kemudian
dianalisis guna menemukan kebenaran sebagai dasar penyusunan alternatif
strategi dan pemilihan strategi terbaik untuk mengatasi masalah yang ada.
2.2
Landasan Teori
Idealnya
perguruan tinggi bukan hanya menjadi tempat belajar bagi mahasiswa, yang
menyediakan layanan dan fasilitas standar sebagaimana aturan yang disyaratkan, namun
lebih luas lagi merupakan tempat belajar dan pembelajaran bagi semua orang. Kedepan,
kampus-kampus yang dikelola oleh perguruan tinggi di Indonesia bukan hanya
merupakan kumpulan bangunan-bangunan yang berdiri berserakan, kurang terawat
sehingga menimbulkan kesan tidak nyamanan. Hal tersebut sebagaimana yang
diungkapkan oleh (Broussard, 2009) Universitas merupakan sebuah tempat yang
menciptakan kenangan bagi siswanya, dan bukan merupakan kumpulan koleksi bangunan.
Ada jaringan yang menghubungkan antar bangunan pada satu landscape kampus
sehingga dimana setiap ruangnya memiliki makna.
2.3
Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian
“Diduga
keterbatasan lahan mengakibatkan layanan standar akademik belum terpenuhi, dan ketidak
tersediaan akses data dan informasi yang akurat menyebabkan pimpinan tidak
memiliki alternatif strategi, sehingga mengambil
kebijakan yang keliru yang memiliki dampak jangka panjang”.



No comments:
Post a Comment